Cara Kirim Stok Toko

Cara Kirim Stok Toko agar Lebih Rapi, Aman, dan Mudah Dikontrol

Cara Kirim Stok Toko sebaiknya tidak dimulai dengan langsung memasukkan produk ke kardus. Untuk pengiriman stok dari gudang ke toko, antarcabang, ke lokasi pameran, atau dalam rangka relokasi usaha, langkah pertama yang lebih penting adalah memastikan jumlah barang tercatat, SKU atau kategori terpisah, kondisi produk diperiksa, serta setiap kardus memiliki identitas yang jelas.

Stok toko mempunyai karakter berbeda dengan barang pindahan rumah. Satu pengiriman dapat berisi puluhan hingga ratusan unit produk dengan varian warna, ukuran, model, batch, atau tujuan berbeda. Jika proses packing dan pencatatannya tidak terorganisir, masalah yang muncul bukan hanya barang rusak, tetapi juga selisih jumlah, salah cabang, produk sulit ditemukan, stok retur bercampur dengan barang siap jual, atau proses penerimaan menjadi lebih lama.

Karena itu, pengiriman stok sebaiknya menggabungkan tiga hal: kontrol inventaris, perlindungan barang, dan perencanaan transportasi.

Lakukan Stock Opname Sebelum Pengiriman

Stock opname membantu memastikan jumlah barang yang akan dikirim sesuai dengan kondisi fisik. Pengecekan awal juga mengurangi risiko selisih inventaris setelah barang tiba di lokasi tujuan.

1. Cocokkan Stok Fisik dengan Catatan

Hitung stok secara langsung sebelum proses packing dimulai. Data sistem tetap dapat digunakan sebagai acuan, tetapi sebaiknya dibandingkan dengan kondisi aktual apabila proses operasional memungkinkan.

  • Catat jumlah berdasarkan SKU, kategori, atau varian.
  • Tandai apabila ditemukan selisih stok.
  • Perbarui data sebelum membuat manifest.
  • Pastikan barang yang dihitung memang tersedia untuk dikirim.

2. Pisahkan Barang yang Tidak Ikut Dikirim

Produk retur, rusak, display, sampel, atau stok yang masih dibutuhkan di lokasi asal perlu dipisahkan sejak awal.

  • Sediakan area khusus untuk barang non-pengiriman.
  • Gunakan label agar status barang mudah dikenali.
  • Hindari menentukan status barang ketika loading berlangsung.
  • Pastikan barang tersebut tidak masuk dalam manifest pengiriman.

3. Tetapkan Jumlah Final Pengiriman

Setelah stock opname selesai, buat daftar final sebagai dasar proses packing dan manifest.

  • Kunci jumlah setiap SKU yang akan dikirim.
  • Catat setiap perubahan setelah proses packing dimulai.
  • Sesuaikan kembali manifest apabila terdapat penambahan atau pengurangan.
  • Jaga kesesuaian antara data administrasi dan kondisi fisik.

Cara Kirim Stok Toko

Kelompokkan Stok Berdasarkan SKU dan Kategori

Pengelompokan stok yang jelas dapat mempercepat packing, loading, serta proses penerimaan di lokasi tujuan.

1. Pisahkan Berdasarkan SKU

Produk dengan kode berbeda sebaiknya tidak dicampurkan tanpa pencatatan yang jelas. Informasi spesifik akan mempermudah proses rekonsiliasi.

  • SKU-A01 – 24 pcs
  • SKU-A02 – 18 pcs
  • SKU-B05 – 12 pcs
  • Cantumkan kode SKU pada daftar packing atau box bila diperlukan.

2. Pisahkan Berdasarkan Varian

Ukuran, warna, aroma, model, batch, atau variasi lainnya perlu dicatat secara terpisah agar tidak menimbulkan selisih saat penerimaan.

  • Kelompokkan varian yang sama.
  • Gunakan kode yang konsisten.
  • Cantumkan jumlah masing-masing varian.
  • Hindari menggabungkan produk berbeda tanpa identifikasi.

3. Kelompokkan Berdasarkan Tujuan

Pengiriman ke beberapa toko atau cabang membutuhkan kode destinasi sejak proses packing.

  • Gunakan kode seperti BDG-A, BDG-B, atau STORE-01.
  • Pisahkan area staging berdasarkan tujuan.
  • Cantumkan kode destinasi pada box.
  • Buat manifest terpisah untuk setiap lokasi jika diperlukan.

Jangan Mencampur Stok Baik dengan Barang Retur

Status produk harus tetap jelas agar barang bermasalah tidak masuk kembali ke inventaris aktif secara tidak sengaja.

1. Pisahkan Barang Siap Jual

Produk dalam kondisi baik menjadi prioritas utama dalam inventaris penerimaan.

  • Kelompokkan sebagai stok aktif.
  • Pastikan kemasan masih sesuai standar.
  • Catat jumlah berdasarkan SKU.
  • Tempatkan pada area packing utama.

2. Pisahkan Barang Rusak atau Retur

Barang dengan status retur atau rusak membutuhkan identifikasi khusus sebelum dikirim.

  • Gunakan label RETURN, DAMAGED, atau kode internal perusahaan.
  • Tempatkan pada area terpisah.
  • Dokumentasikan kondisinya apabila diperlukan.
  • Hindari mencampur dengan stok siap jual.

3. Gunakan Manifest Terpisah jika Diperlukan

Pemisahan dokumen memudahkan penerima membedakan stok aktif dengan barang yang memiliki status khusus.

  • Catat jumlah retur secara tersendiri.
  • Tuliskan kondisi barang bila relevan.
  • Berikan informasi kepada PIC penerima.
  • Jangan menghitung barang retur sebagai stok penjualan aktif.

Periksa Kondisi Produk Sebelum Packing

Pemeriksaan kondisi awal membuat proses evaluasi setelah pengiriman menjadi lebih objektif dan mudah dilacak.

1. Periksa Kemasan Produk

Amati kondisi kemasan retail sebelum dimasukkan ke dalam kardus pengiriman.

  • Cari bagian penyok atau robek.
  • Periksa segel yang terbuka.
  • Catat noda atau kelembapan.
  • Pisahkan kemasan yang sudah bermasalah.

2. Dokumentasikan Barang Bernilai atau Sensitif

Foto sebelum pengiriman dapat menjadi referensi apabila terjadi perbedaan kondisi setelah barang tiba.

  • Ambil gambar dari beberapa sisi penting.
  • Pastikan kode atau identitas produk terlihat.
  • Simpan dokumentasi bersama data pengiriman.
  • Fokuskan dokumentasi pada barang bernilai tinggi atau sensitif.

3. Tandai Produk Bermasalah

Barang yang sudah memiliki kerusakan sebelumnya jangan dikirim tanpa identifikasi.

  • Berikan label kondisi.
  • Pisahkan dari stok normal.
  • Catat masalah pada manifest.
  • Informasikan kepada PIC tujuan.

Pilih Kardus Berdasarkan Karakter Produk

Jenis dan ukuran kardus sebaiknya disesuaikan dengan berat, dimensi, serta tingkat sensitivitas produk.

1. Gunakan Kardus yang Masih Kokoh

Kualitas kardus berpengaruh langsung terhadap keamanan muatan.

  • Hindari kardus yang lembap.
  • Periksa bagian dasar dan sambungan.
  • Jangan gunakan box yang terlalu banyak lipatan.
  • Ganti kardus apabila struktur sudah melemah.

2. Sesuaikan Ukuran Kardus

Ukuran box yang tepat membantu menjaga produk tetap stabil selama perjalanan.

  • Hindari ruang kosong terlalu besar.
  • Jangan memaksakan barang ke box yang sempit.
  • Sisakan ruang untuk cushioning bila diperlukan.
  • Pilih ukuran berdasarkan bentuk produk.

3. Sesuaikan dengan Berat

Produk berukuran kecil tetap dapat memiliki berat yang tinggi.

  • Batasi jumlah produk padat dalam satu box.
  • Gunakan kardus lebih kuat untuk barang berat.
  • Perhatikan kemampuan handling manual.
  • Distribusikan berat ke beberapa box bila diperlukan.

Jangan Membuat Kardus Terlalu Berat

Efisiensi pengiriman tidak selalu berarti menggunakan box sesedikit mungkin. Berat yang proporsional membuat proses handling dan loading lebih aman.

1. Berat Berlebih Menyulitkan Handling

Kardus yang terlalu berat meningkatkan risiko terjatuh atau sulit dipindahkan.

  • Tentukan batas berat operasional.
  • Sesuaikan dengan jumlah tenaga handling.
  • Pecah muatan menjadi beberapa box.
  • Berikan tanda apabila box tergolong berat.

2. Kardus Lebih Mudah Rusak

Tekanan tinggi dapat melemahkan bagian bawah dan sambungan kardus.

  • Perkuat bagian dasar bila diperlukan.
  • Hindari mengisi melewati kemampuan box.
  • Periksa kondisi setelah packing.
  • Jangan mengandalkan lakban untuk menahan beban berlebihan.

3. Susunan Kendaraan Menjadi Kurang Fleksibel

Box dengan berat proporsional lebih mudah diatur dalam ruang muatan.

  • Distribusikan beban secara merata.
  • Pisahkan box sangat berat dari barang rapuh.
  • Atur posisi sesuai stabilitas.
  • Sisakan ruang untuk proses unloading.

Isi Ruang Kosong dengan Material yang Sesuai

Barang yang bergerak bebas di dalam kardus lebih mudah mengalami benturan atau kerusakan kemasan.

1. Gunakan Cushioning untuk Barang Sensitif

Material pelindung diperlukan untuk produk yang mudah pecah atau berubah bentuk.

  • Gunakan bubble wrap bila sesuai.
  • Tambahkan divider untuk beberapa produk.
  • Lindungi sudut yang rentan.
  • Pilih material yang tidak merusak permukaan produk.

2. Hindari Pemadatan Berlebihan

Cushioning yang terlalu padat juga dapat memberikan tekanan pada produk.

  • Sisakan ruang secukupnya.
  • Jangan menekan kemasan retail.
  • Sesuaikan material dengan karakter barang.
  • Hindari memasukkan terlalu banyak isi dalam satu box.

3. Pastikan Barang Stabil

Lakukan pengecekan ringan sebelum kardus ditutup.

  • Pastikan isi tidak mudah bergeser.
  • Periksa posisi produk.
  • Tambahkan pengisi apabila masih terdapat ruang berlebih.
  • Tutup box setelah susunan benar-benar stabil.

Cara Kirim Stok Toko

Beri Kode pada Setiap Kardus

Kode box membantu proses pencatatan, loading, tracking internal, hingga penerimaan barang.

1. Gunakan Nomor Urut

Nomor unik membuat setiap kardus lebih mudah dilacak.

  • Gunakan format BOX-001, BOX-002, dan seterusnya.
  • Hindari nomor yang sama.
  • Cocokkan dengan manifest.
  • Tempelkan kode pada posisi yang mudah terlihat.

2. Tambahkan Kode SKU jika Berguna

Informasi SKU dapat membantu ketika satu box berisi kelompok produk tertentu.

  • Contoh BOX-012 / SKU-B05.
  • Gunakan format yang konsisten.
  • Hindari informasi berlebihan.
  • Pastikan kode tetap mudah dibaca.

3. Tambahkan Kode Tujuan

Multi-cabang membutuhkan identifikasi destinasi yang jelas.

  • Cantumkan kode toko atau cabang.
  • Gunakan tulisan berukuran cukup besar.
  • Cocokkan dengan manifest tujuan.
  • Tempatkan label pada lebih dari satu sisi jika diperlukan.

Label Jangan Terlalu Minim atau Terlalu Detail

Label bagian luar perlu memberikan informasi operasional tanpa membuka informasi internal yang tidak diperlukan.

1. Tampilkan Identitas yang Diperlukan

Informasi utama harus dapat dikenali dengan cepat saat handling.

  • Nomor box.
  • Kategori atau kode barang.
  • Tujuan pengiriman.
  • Penanda FRAGILE atau instruksi khusus bila relevan.

2. Hindari Menulis Nilai Barang

Harga atau nilai stok tidak perlu ditampilkan pada bagian luar kemasan.

  • Simpan nilai inventaris dalam dokumen internal.
  • Hindari informasi finansial yang tidak dibutuhkan tim handling.
  • Gunakan kode apabila diperlukan.
  • Batasi label pada kebutuhan operasional.

3. Simpan Detail Lengkap di Manifest

Manifest dapat menyimpan informasi yang lebih rinci daripada label box.

  • Cantumkan jumlah per SKU.
  • Catat varian atau batch bila diperlukan.
  • Tambahkan tujuan dan nomor box.
  • Simpan dokumen untuk rekonsiliasi.

Buat Manifest Pengiriman

Manifest menjadi dokumen kontrol untuk memastikan semua box dan barang sampai di tujuan yang benar.

1. Catat Nomor Kardus

Gunakan daftar berurutan agar kehilangan satu box mudah diketahui.

  • Contoh BOX-001 sampai BOX-025.
  • Pastikan tidak ada nomor yang terlewat.
  • Hubungkan kode dengan isi box.
  • Perbarui apabila terjadi perubahan.

2. Catat Isi Utama

Isi manifest tidak harus terlalu rumit, tetapi harus cukup jelas untuk proses pemeriksaan.

  • Cantumkan SKU.
  • Tulis kategori barang.
  • Masukkan jumlah unit.
  • Tambahkan status khusus apabila diperlukan.

3. Catat Tujuan

Informasi destinasi sangat penting untuk pengiriman multi-cabang.

  • Gunakan kode toko.
  • Cantumkan alamat pada dokumen utama.
  • Pisahkan manifest berdasarkan tujuan.
  • Cocokkan dengan urutan rute pengiriman.

Gunakan Sistem PACKED – LOADED – RECEIVED

Status sederhana dapat meningkatkan kontrol terhadap pergerakan setiap kardus selama proses pengiriman.

1. PACKED

Status PACKED menunjukkan bahwa box sudah selesai dikemas dan dicatat.

  • Pastikan kode box sudah tersedia.
  • Periksa isi berdasarkan daftar.
  • Tempatkan di staging area.
  • Catat waktu atau PIC bila dibutuhkan.

2. LOADED

Status LOADED diberikan setelah box benar-benar masuk ke kendaraan.

  • Cocokkan nomor box dengan manifest.
  • Tandai setiap box satu per satu.
  • Jangan mengandalkan ingatan.
  • Lakukan pemeriksaan akhir sebelum kendaraan berangkat.

3. RECEIVED

Status RECEIVED diberikan setelah box diterima dan diverifikasi di tujuan.

  • Periksa nomor box.
  • Cocokkan jumlah.
  • Amati kondisi kemasan.
  • Catat box yang belum diterima atau bermasalah.

Pisahkan Barang Fragile

Produk kaca, keramik, dekorasi, atau barang mudah pecah membutuhkan zona dan perlindungan tersendiri.

1. Gunakan Packing Individual

Produk fragile sebaiknya tidak saling berbenturan di dalam box.

  • Bungkus satu per satu.
  • Tambahkan divider.
  • Lindungi bagian sudut.
  • Kurangi ruang gerak produk.

2. Gunakan Label FRAGILE

Penanda membantu tim handling mengenali barang yang membutuhkan perlakuan lebih hati-hati.

  • Pasang label pada area terlihat.
  • Gunakan lebih dari satu sisi bila diperlukan.
  • Pastikan label tidak tertutup.
  • Informasikan kepada tim loading.

3. Jangan Letakkan di Bawah Barang Berat

Tekanan dari atas dapat merusak produk meskipun sudah menggunakan cushioning.

  • Gunakan zona muatan terlindungi.
  • Hindari bagian bawah tumpukan berat.
  • Jaga kestabilan box.
  • Pisahkan dari mesin atau furnitur.

Pisahkan Produk Elektronik

Barang elektronik membutuhkan perlindungan dari tekanan, kelembapan, dan barang cair.

1. Gunakan Box yang Kering

Kelembapan dapat merusak kardus maupun komponen elektronik.

  • Periksa kondisi kardus.
  • Jauhkan dari lantai basah.
  • Hindari area bocor.
  • Gunakan pelindung tambahan sesuai kebutuhan.

2. Lindungi Panel atau Layar

Permukaan layar mudah tergores atau pecah akibat tekanan.

  • Gunakan material nonabrasif.
  • Tambahkan pelindung datar.
  • Hindari tekanan langsung.
  • Tempatkan sesuai orientasi aman.

3. Ikuti Petunjuk Produsen

Beberapa perangkat memiliki aturan transportasi tertentu.

  • Perhatikan orientasi kemasan.
  • Simpan komponen terpisah dengan aman.
  • Gunakan kemasan asli jika masih tersedia.
  • Ikuti simbol handling pada box.

Cara Kirim Stok Toko

Pisahkan Produk Cair

Produk cair perlu ditangani secara terpisah karena kebocoran dapat merusak stok lain.

1. Periksa Tutup dan Kemasan

Pastikan setiap botol atau wadah dalam kondisi baik sebelum packing.

  • Kencangkan penutup.
  • Periksa retak atau kebocoran.
  • Amati segel produk.
  • Pisahkan kemasan bermasalah.

2. Pisahkan dari Elektronik dan Kertas

Barang cair sebaiknya berada pada zona yang berbeda dari produk yang sangat sensitif terhadap air.

  • Gunakan divider.
  • Hindari penempatan di atas elektronik.
  • Pisahkan dari dokumen.
  • Tambahkan secondary containment jika diperlukan.

3. Konfirmasikan Barang dengan Penanganan Khusus

Produk berbahaya, mudah terbakar, atau memiliki batasan transportasi tidak boleh diperlakukan seperti barang umum.

  • Periksa klasifikasi produk.
  • Ikuti ketentuan transportasi yang berlaku.
  • Informasikan jenis barang kepada penyedia angkut.
  • Gunakan prosedur khusus apabila diwajibkan.

Perhatikan Produk yang Sensitif terhadap Suhu

Sebagian barang membutuhkan kondisi penyimpanan tertentu selama perjalanan.

1. Identifikasi Kebutuhan Penyimpanan

Periksa informasi produk sebelum menentukan sistem transportasi.

  • Baca label penyimpanan.
  • Periksa SOP perusahaan.
  • Catat rentang suhu jika tersedia.
  • Pisahkan produk yang membutuhkan kontrol khusus.

2. Gunakan Transportasi yang Sesuai

Kendaraan biasa tidak selalu memenuhi kebutuhan produk dengan suhu terkontrol.

  • Gunakan fasilitas yang sesuai.
  • Pastikan sistem pendinginan berfungsi.
  • Hindari paparan panas terlalu lama.
  • Perhatikan durasi perjalanan.

3. Ikuti Ketentuan Produk

Makanan, kosmetik, bahan tertentu, serta produk sensitif lain dapat memiliki prosedur transportasi masing-masing.

  • Ikuti instruksi produsen.
  • Patuhi ketentuan yang berlaku.
  • Dokumentasikan suhu bila diwajibkan.
  • Jangan mencampur dengan muatan yang tidak kompatibel.

Packing Produk Fashion dan Tekstil

Produk tekstil relatif tidak mudah pecah, tetapi tetap rentan terhadap debu, noda, dan kelembapan.

1. Pastikan Produk Kering

Kelembapan yang terperangkap dapat menimbulkan bau atau jamur.

  • Periksa kondisi sebelum packing.
  • Jangan membungkus barang lembap.
  • Simpan di area kering.
  • Hindari kontak langsung dengan lantai.

2. Pisahkan Berdasarkan Ukuran atau Varian

Pengelompokan sejak awal mempercepat proses penerimaan.

  • Pisahkan ukuran.
  • Kelompokkan warna atau model.
  • Gunakan kode varian.
  • Catat jumlah setiap kelompok.

3. Gunakan Kemasan Luar yang Bersih

Kondisi kemasan dapat memengaruhi kualitas produk retail.

  • Gunakan plastik atau box bersih.
  • Hindari kardus bekas yang kotor.
  • Lindungi dari debu.
  • Pastikan kemasan tertutup dengan baik.

Packing Produk Kecantikan dan Kemasan Botol

Produk kecantikan sering menggunakan botol, tube, atau kemasan retail yang sensitif terhadap tekanan dan kebocoran.

1. Pisahkan Produk Cair

Kosmetik cair perlu dijauhkan dari produk kertas atau barang yang mudah rusak karena kelembapan.

  • Periksa tutup.
  • Gunakan kemasan sekunder.
  • Pisahkan dari barang sensitif.
  • Letakkan pada posisi yang stabil.

2. Cegah Produk Bergerak Bebas

Benturan berulang dapat merusak kemasan retail.

  • Tambahkan divider.
  • Gunakan cushioning secukupnya.
  • Hindari ruang kosong berlebihan.
  • Pastikan produk tidak saling menekan.

3. Periksa Segel

Kerusakan segel yang sudah ada harus dicatat sebelum pengiriman.

  • Periksa setiap batch secara sampling atau sesuai SOP.
  • Pisahkan produk bermasalah.
  • Dokumentasikan kondisi.
  • Hindari mencampurkan dengan stok normal.

Packing Peralatan Toko

Peralatan operasional seperti rak, printer, scanner, display, dan perangkat POS dapat ikut dikirim bersama stok, tetapi pencatatannya perlu dipisahkan.

1. Pisahkan dari Produk Jual

Peralatan toko bukan SKU penjualan dan sebaiknya tidak masuk ke inventaris barang dagangan.

  • Buat kategori aset terpisah.
  • Gunakan manifest khusus bila diperlukan.
  • Tandai fungsi masing-masing barang.
  • Catat jumlah unit.

2. Label sebagai Peralatan

Kode khusus memudahkan identifikasi saat unloading.

  • Gunakan format seperti EQUIP-01.
  • Tambahkan nama perangkat.
  • Cantumkan tujuan.
  • Tempel label di area yang mudah terlihat.

3. Lindungi Elektronik

Printer, scanner, monitor, dan perangkat POS membutuhkan perlindungan tambahan.

  • Lepaskan kabel jika diperlukan.
  • Lindungi layar.
  • Gunakan box yang kokoh.
  • Hindari kontak dengan cairan.

Jangan Mencampur Stok dengan Barang Berat Tanpa Perencanaan

Mesin, furnitur, atau perlengkapan toko dapat memberikan tekanan besar terhadap kardus stok.

1. Pisahkan Zona

Tentukan area khusus untuk stok dan barang berat di dalam kendaraan.

  • Jauhkan box dari mesin.
  • Hindari tekanan langsung.
  • Gunakan separator bila tersedia.
  • Perhatikan distribusi berat.

2. Jangan Gunakan Kardus Stok sebagai Penahan

Box produk tidak dirancang menjadi struktur penyangga muatan lain.

  • Hindari menumpuk mesin di atas kardus.
  • Jangan menyandarkan furnitur berat pada stok.
  • Gunakan pengikat terpisah.
  • Jaga bentuk kardus selama perjalanan.

3. Atur Urutan Loading

Posisi muatan perlu disesuaikan dengan karakter dan urutan unloading.

  • Masukkan barang berat secara terencana.
  • Lindungi stok fragile.
  • Perhatikan pusat gravitasi.
  • Sisakan akses menuju barang tujuan pertama.

Cara Kirim Stok Toko

Tentukan Urutan Loading Sebelum Kendaraan Datang

Loading yang direncanakan dapat mengurangi waktu kerja dan pemindahan ulang.

1. Siapkan Staging Area

Kumpulkan seluruh box yang sudah berstatus PACKED pada area khusus.

  • Susun berdasarkan nomor.
  • Jaga akses tetap terbuka.
  • Pisahkan barang fragile.
  • Pastikan area mudah dijangkau kendaraan.

2. Pisahkan Berdasarkan Tujuan

Multi-destination membutuhkan pengelompokan sebelum barang masuk kendaraan.

  • Buat zona per cabang.
  • Gunakan label destinasi.
  • Cocokkan dengan manifest.
  • Susun mengikuti urutan rute.

3. Gunakan PIC Loading

Satu PIC dapat menjaga proses pencatatan tetap konsisten.

  • Pegang manifest utama.
  • Verifikasi nomor box.
  • Ubah status menjadi LOADED.
  • Catat apabila terdapat perubahan.

Pastikan Staging Area Kering

Kardus dapat kehilangan kekuatan ketika terkena kelembapan, terutama pada bagian dasar.

1. Hindari Lantai Basah

Kontak dengan air dapat membuat kardus menyerap kelembapan.

  • Gunakan pallet bila diperlukan.
  • Jauhkan box dari genangan.
  • Periksa lantai sebelum staging.
  • Pindahkan barang apabila terjadi kebocoran.

2. Pisahkan Box Basah

Kardus yang sudah terkena air sebaiknya tidak langsung ditumpuk bersama box lain.

  • Evaluasi kekuatan box.
  • Ganti kemasan bila diperlukan.
  • Periksa kondisi isi.
  • Dokumentasikan apabila terdapat kerusakan.

3. Siapkan Area Beratap

Perlindungan dari hujan membantu menjaga kondisi barang sebelum loading.

  • Gunakan gudang atau kanopi.
  • Minimalkan waktu di area terbuka.
  • Siapkan terpal sebagai cadangan.
  • Prioritaskan produk sensitif.

Hitung Volume Stok

Perhitungan volume membantu menentukan kapasitas kendaraan yang lebih sesuai.

1. Catat Ukuran Box Utama

Gunakan panjang × lebar × tinggi untuk memperkirakan kebutuhan ruang.

  • Ukur box representatif.
  • Catat ukuran dalam satuan yang konsisten.
  • Hitung jumlah setiap tipe box.
  • Tambahkan ruang untuk penataan.

2. Kelompokkan Box Seragam

Box dengan dimensi sama lebih mudah dihitung dan ditata.

  • Buat kelompok berdasarkan ukuran.
  • Catat jumlah tiap kelompok.
  • Perkirakan susunan.
  • Hindari asumsi seluruh box memiliki ukuran sama.

3. Tambahkan Barang Non-Kardus

Peralatan toko juga menggunakan ruang kendaraan.

  • Hitung rak.
  • Masukkan display.
  • Catat mesin atau furnitur.
  • Perhatikan bentuk barang yang sulit ditumpuk.

Periksa Berat Muatan

Volume kendaraan tidak selalu menunjukkan kemampuan membawa berat tertentu.

1. Produk Padat Bisa Berat

Buku, cairan, hardware, atau komponen logam dapat memiliki berat tinggi meskipun volumenya kecil.

  • Timbang bila diperlukan.
  • Kelompokkan produk berat.
  • Distribusikan beban.
  • Perhatikan kemampuan lantai box.

2. Ruang Tidak Sama dengan Payload

Kendaraan dapat terlihat belum penuh meskipun kapasitas bebannya sudah mendekati batas.

  • Periksa total berat.
  • Jangan menilai hanya dari ruang kosong.
  • Hindari overload.
  • Sesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.

3. Gunakan Spesifikasi Unit Aktual

Kapasitas dapat berbeda antarjenis dan konfigurasi kendaraan.

  • Periksa payload unit.
  • Konfirmasikan kepada penyedia angkut.
  • Perhitungkan barang non-kardus.
  • Hindari menggunakan satu angka untuk semua armada.

Ukur Barang Terbesar

Satu rak, meja, display, atau mesin berukuran besar dapat memengaruhi pilihan kendaraan.

1. Ukur Panjang

Dimensi terpanjang perlu dibandingkan dengan ruang kargo.

  • Catat panjang aktual.
  • Perhatikan kemungkinan pembongkaran.
  • Sisakan ruang handling.
  • Cocokkan dengan kendaraan.

2. Ukur Lebar

Lebar barang harus sesuai dengan bukaan pintu kendaraan.

  • Ukur sisi terluas.
  • Bandingkan dengan pintu kargo.
  • Perhatikan pegangan atau bagian menonjol.
  • Hindari memaksakan barang masuk.

3. Ukur Tinggi

Display dan mesin tinggi memerlukan perhatian tambahan.

  • Ukur posisi transportasi.
  • Bandingkan dengan tinggi ruang kargo.
  • Pertimbangkan kebutuhan berdiri.
  • Perhatikan batas akses gedung.

Pilih Armada Berdasarkan Kebutuhan Aktual

Pemilihan kendaraan perlu mempertimbangkan volume, berat, karakter barang, cuaca, serta akses lokasi.

1. Pickup

Pickup dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu, tetapi bak terbuka membutuhkan perlindungan ekstra.

  • Perhatikan kondisi cuaca.
  • Gunakan penutup yang memadai.
  • Hindari untuk barang yang sangat sensitif terhadap air.
  • Pastikan muatan terikat dengan baik.

2. Blindvan dan Mobil Box

Ruang tertutup memberi perlindungan lebih baik terhadap hujan, debu, dan paparan lingkungan.

  • Cocok untuk banyak jenis stok retail.
  • Periksa kapasitas aktual.
  • Sesuaikan dengan ukuran box.
  • Pastikan sirkulasi sesuai kebutuhan barang.

3. Truk Engkel

Truk engkel dapat dipertimbangkan untuk volume lebih besar selama sesuai dengan berat dan akses lokasi.

  • Verifikasi kapasitas unit.
  • Periksa akses jalan.
  • Pertimbangkan loading dock.
  • Sesuaikan dengan karakter muatan.

Cara Kirim Stok Toko

Jangan Menganggap Kendaraan Lebih Besar Selalu Lebih Baik

Kapasitas besar tidak otomatis menjadi pilihan paling efisien jika kendaraan sulit mencapai lokasi.

1. Perhatikan Jalan Sempit

Toko atau gudang dapat berada di gang dan lingkungan dengan akses terbatas.

  • Cek lebar jalan.
  • Perhatikan ruang putar.
  • Konfirmasi batas kendaraan.
  • Tentukan titik parkir alternatif.

2. Periksa Aturan Gedung

Mal atau gedung komersial dapat memiliki ketentuan khusus untuk kendaraan logistik.

  • Cek tinggi maksimum.
  • Konfirmasi area loading dock.
  • Periksa jam operasional.
  • Pastikan jenis kendaraan diizinkan.

3. Pertimbangkan Jarak Handling

Kendaraan besar yang harus parkir jauh dapat menambah proses pemindahan.

  • Hitung jarak ke titik penerimaan.
  • Siapkan trolley.
  • Tambahkan tenaga handling bila diperlukan.
  • Pilih kendaraan yang seimbang antara kapasitas dan akses.

Jangan Memaksakan Satu Trip

Satu perjalanan tidak selalu lebih efisien apabila menyebabkan overload atau meningkatkan risiko kerusakan.

1. Hindari Overload

Beban harus tetap berada dalam spesifikasi kendaraan.

  • Periksa payload.
  • Hitung barang berat.
  • Distribusikan muatan.
  • Gunakan kendaraan tambahan jika diperlukan.

2. Jangan Padatkan Barang Fragile

Produk sensitif membutuhkan ruang perlindungan.

  • Sisakan area cushioning.
  • Jangan menekan box fragile.
  • Gunakan zona khusus.
  • Prioritaskan keamanan dibanding kepadatan.

3. Gunakan Trip Tambahan jika Diperlukan

Perjalanan tambahan dapat menjadi pilihan apabila kapasitas satu unit tidak mencukupi.

  • Bandingkan biaya dengan risiko.
  • Pertimbangkan kendaraan lebih besar.
  • Pisahkan tujuan bila lebih efisien.
  • Sesuaikan dengan jadwal operasional.

Periksa Akses Lokasi Pickup

Persiapan lokasi asal membantu loading berjalan lebih cepat dan aman.

1. Periksa Gang dan Gerbang

Pastikan kendaraan yang dipilih dapat mencapai titik pengambilan.

  • Ukur akses bila diperlukan.
  • Perhatikan portal.
  • Cek ruang putar.
  • Konfirmasi kondisi jalan.

2. Periksa Titik Parkir

Jarak antara kendaraan dan staging area memengaruhi waktu handling.

  • Pilih titik terdekat yang aman.
  • Hindari menghalangi akses umum.
  • Siapkan izin parkir bila diperlukan.
  • Tentukan jalur barang menuju kendaraan.

3. Periksa Loading Dock

Gudang atau gedung yang memiliki loading dock biasanya membutuhkan koordinasi.

  • Pesan slot bila diwajibkan.
  • Konfirmasi jam akses.
  • Periksa batas kendaraan.
  • Siapkan PIC lokasi.

Periksa Akses Toko Tujuan

Lokasi tujuan perlu diperiksa dengan perhatian yang sama seperti lokasi asal.

1. Konfirmasi Jam Penerimaan

Sebagian pusat perbelanjaan dan gedung memiliki jadwal khusus untuk aktivitas logistik.

  • Cek waktu unloading.
  • Konfirmasi kepada pengelola.
  • Sesuaikan jadwal kendaraan.
  • Hindari tiba di luar slot yang ditentukan.

2. Periksa Lift Barang

Barang menuju lantai tertentu mungkin membutuhkan lift khusus.

  • Periksa dimensi lift.
  • Cek kapasitas beban.
  • Konfirmasi jam penggunaan.
  • Pastikan barang terbesar dapat masuk.

3. Siapkan PIC Tujuan

PIC diperlukan agar barang segera diarahkan ke area penerimaan yang benar.

  • Pastikan dapat dihubungi.
  • Berikan manifest.
  • Informasikan estimasi kedatangan.
  • Tentukan area penyimpanan sementara.

Multi-Cabang Memerlukan Pengelompokan Lebih Ketat

Pengiriman ke beberapa cabang meningkatkan risiko tertukarnya barang apabila tidak menggunakan sistem yang konsisten.

1. Buat Kode per Cabang

Kode destinasi membuat identifikasi lebih cepat.

  • Gunakan STORE-A, STORE-B, dan STORE-C.
  • Tempelkan pada setiap box.
  • Bedakan zona staging.
  • Gunakan format yang sama di manifest.

2. Buat Manifest per Tujuan

Daftar terpisah mempermudah pengecekan jumlah di setiap cabang.

  • Catat box per lokasi.
  • Cantumkan SKU.
  • Tambahkan jumlah unit.
  • Serahkan salinan kepada PIC tujuan.

3. Susun Berdasarkan Urutan Rute

Posisi muatan perlu mempertimbangkan urutan unloading.

  • Letakkan barang tujuan awal pada posisi yang mudah diakses.
  • Jangan mengorbankan stabilitas muatan.
  • Pisahkan setiap kelompok dengan jelas.
  • Hindari memindahkan box cabang lain berulang kali.

Jangan Membuka Seluruh Kardus saat Penerimaan

Proses penerimaan lebih efisien jika dilakukan secara bertahap berdasarkan manifest dan tingkat prioritas.

1. Cek Nomor Box Terlebih Dahulu

Tahap awal adalah memastikan semua kardus telah tiba.

  • Cocokkan dengan manifest.
  • Tandai status RECEIVED.
  • Catat nomor yang hilang.
  • Pisahkan box yang salah tujuan.

2. Periksa Kondisi Kemasan

Kondisi luar dapat memberikan indikasi adanya masalah selama perjalanan.

  • Cari bagian penyok.
  • Periksa sobekan.
  • Amati kelembapan.
  • Dokumentasikan kerusakan sebelum dibuka.

3. Buka Box Berdasarkan Prioritas

Produk sensitif dan box bermasalah dapat diperiksa terlebih dahulu.

  • Prioritaskan barang fragile.
  • Buka box basah atau penyok.
  • Periksa produk bernilai tinggi.
  • Lanjutkan dengan stok normal.

Lakukan Rekonsiliasi Setelah Barang Tiba

Rekonsiliasi merupakan tahap penting dalam cara kirim stok toko karena memastikan data pengiriman sesuai dengan barang yang benar-benar diterima.

1. Hitung Jumlah Box

Pastikan seluruh box sudah tercatat sebagai RECEIVED.

  • Cocokkan nomor.
  • Hitung total kardus.
  • Periksa tujuan.
  • Catat box yang belum ditemukan.

2. Cocokkan SKU

Pemeriksaan SKU membantu memastikan komposisi stok sesuai manifest.

  • Hitung berdasarkan kategori.
  • Cocokkan varian.
  • Periksa jumlah unit.
  • Gunakan manifest sebagai referensi.

3. Catat Selisih

Perbedaan sebaiknya ditemukan sebelum stok disimpan ke rak atau sistem operasional.

  • Dokumentasikan kekurangan.
  • Catat kelebihan.
  • Pisahkan barang yang tidak sesuai.
  • Lakukan tindak lanjut kepada PIC terkait.

Periksa Barang yang Terlihat Rusak

Produk dengan indikasi kerusakan sebaiknya tidak langsung dimasukkan sebagai stok aktif.

1. Dokumentasikan Kemasan

Foto kondisi box sebelum membuka isinya.

  • Ambil gambar area penyok.
  • Catat bagian basah.
  • Dokumentasikan robekan.
  • Sertakan nomor box.

2. Periksa Produk

Pastikan apakah kerusakan hanya terjadi pada kemasan pengiriman atau sudah mencapai produk.

  • Periksa kemasan retail.
  • Amati fungsi produk bila relevan.
  • Dokumentasikan bagian bermasalah.
  • Bandingkan dengan kondisi awal jika tersedia.

3. Pisahkan Status Barang

Gunakan status khusus agar produk tidak tercampur dengan inventaris normal.

  • CHECK
  • DAMAGED
  • RETURN
  • Kode internal lain sesuai prosedur perusahaan.

Jangan Langsung Membuang Kardus

Kemasan pengiriman dapat menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan apabila ditemukan perbedaan atau kerusakan.

1. Periksa Isi Terlebih Dahulu

Pastikan seluruh produk sudah diverifikasi sebelum kemasan dibuang.

  • Cocokkan jumlah.
  • Periksa kondisi.
  • Pastikan tidak ada komponen tertinggal.
  • Tandai box yang sudah selesai diperiksa.

2. Simpan Dokumentasi jika Ada Masalah

Kemasan dapat membantu menunjukkan kondisi saat barang diterima.

  • Foto kerusakan.
  • Catat nomor box.
  • Simpan label pengiriman.
  • Dokumentasikan sebelum kardus diratakan.

3. Pisahkan Material Packing

Setelah pengecekan selesai, material kemasan dapat dipindahkan dari area penerimaan.

  • Kelompokkan kardus.
  • Pisahkan plastik atau cushioning.
  • Jaga jalur tetap bersih.
  • Lakukan pengelolaan limbah sesuai prosedur.

Pengiriman Stok Saat Hujan

Cuaca perlu diperhitungkan karena air dapat melemahkan kardus dan merusak sejumlah jenis produk.

1. Gunakan Staging Area Kering

Barang sebaiknya menunggu di lokasi terlindungi sebelum dimasukkan ke kendaraan.

  • Hindari genangan.
  • Gunakan pallet.
  • Siapkan area beratap.
  • Kurangi waktu di ruang terbuka.

2. Pertimbangkan Kendaraan Tertutup

Armada tertutup lebih sesuai untuk banyak produk yang sensitif terhadap air.

  • Prioritaskan elektronik.
  • Lindungi tekstil.
  • Jaga produk kertas.
  • Pastikan ruang kendaraan tidak bocor.

3. Ganti Kardus yang Basah

Box yang telah menyerap banyak air dapat kehilangan kekuatan struktural.

  • Periksa bagian dasar.
  • Pindahkan isi ke box baru.
  • Pastikan produk tetap kering.
  • Jangan menumpuk kardus yang sudah melemah.

Pengiriman Stok Antar Kota

Perjalanan jarak jauh membuat barang berada lebih lama di kendaraan sehingga perlindungan dan dokumentasi harus lebih terencana.

1. Perkuat Packing

Durasi perjalanan meningkatkan paparan terhadap getaran dan perubahan posisi.

  • Gunakan cushioning yang sesuai.
  • Perkuat bagian dasar box.
  • Pastikan isi stabil.
  • Lindungi barang sensitif lebih baik.

2. Pastikan Manifest Lengkap

Kesalahan pada perjalanan jauh lebih sulit dikoreksi setelah kendaraan meninggalkan lokasi asal.

  • Periksa nomor box.
  • Cocokkan SKU.
  • Cantumkan tujuan.
  • Simpan salinan dokumen.

3. Siapkan PIC Tujuan

Koordinasi sebelum kendaraan tiba membantu proses penerimaan berjalan lebih cepat.

  • Konfirmasi alamat.
  • Periksa akses.
  • Tentukan waktu penerimaan.
  • Pastikan PIC dapat dihubungi.

Kesalahan Umum Saat Mengirim Stok Toko

Kesalahan sederhana dalam pencatatan atau packing dapat menyebabkan selisih inventaris dan menghambat operasional toko.

1. Tidak Melakukan Stock Opname

Tanpa pengecekan awal, jumlah barang yang benar-benar dikirim menjadi sulit dipastikan.

  • Data awal menjadi tidak jelas.
  • Selisih sulit ditelusuri.
  • Rekonsiliasi membutuhkan waktu lebih lama.
  • Potensi kesalahan inventaris meningkat.

2. Tidak Memisahkan SKU

Produk yang tercampur membuat proses penerimaan lebih lambat.

  • Sorting harus dilakukan ulang.
  • Varian lebih mudah tertukar.
  • Penghitungan menjadi rumit.
  • Risiko salah input meningkat.

3. Tidak Menggunakan Manifest

Tanpa dokumen kontrol, kehilangan atau kekurangan barang lebih sulit diketahui.

  • Nomor box tidak terpantau.
  • Isi kiriman sulit dibandingkan.
  • Status penerimaan tidak jelas.
  • Penelusuran masalah menjadi lebih lama.

Kesalahan Mencampur Multi-Destination

Barang untuk cabang berbeda harus memiliki identitas tujuan yang jelas sejak proses packing.

1. Box Tidak Memiliki Kode Tujuan

Kardus tanpa destinasi meningkatkan kemungkinan salah unloading.

  • Gunakan kode cabang.
  • Pasang label yang terlihat.
  • Cocokkan dengan manifest.
  • Pisahkan saat staging.

2. Manifest Tidak Dipisahkan

Satu daftar besar dapat menyulitkan kontrol jumlah setiap cabang.

  • Buat dokumen per tujuan.
  • Cantumkan SKU masing-masing.
  • Catat jumlah box.
  • Serahkan kepada PIC terkait.

3. Loading Tidak Sesuai Urutan Rute

Penempatan yang salah menyebabkan barang harus dipindahkan ulang ketika unloading.

  • Susun berdasarkan rute.
  • Sisakan akses ke barang tujuan awal.
  • Pertahankan stabilitas muatan.
  • Gunakan separator antar tujuan jika diperlukan.

Kesalahan Menganggap Semua Produk Bisa Dipacking Sama

Setiap jenis produk memiliki karakter dan risiko berbeda selama transportasi.

1. Fragile Membutuhkan Cushioning

Kardus saja belum tentu cukup melindungi produk mudah pecah.

  • Bungkus individual.
  • Tambahkan divider.
  • Isi ruang kosong.
  • Gunakan label FRAGILE.

2. Cairan Memerlukan Pemisahan

Kebocoran dapat merusak berbagai produk lain dalam satu muatan.

  • Periksa tutup.
  • Gunakan kemasan sekunder.
  • Jauhkan dari elektronik.
  • Hindari penempatan dekat dokumen.

3. Produk Bersuhu Khusus Memerlukan Transportasi Sesuai

Barang dengan kebutuhan temperatur tertentu tidak boleh diperlakukan seperti stok umum.

  • Periksa persyaratan suhu.
  • Gunakan kendaraan yang sesuai.
  • Ikuti prosedur penyimpanan.
  • Pantau kondisi apabila diwajibkan.

Kesalahan Memilih Armada Berdasarkan Kardus Saja

Jumlah box bukan satu-satunya faktor dalam menentukan kendaraan karena perlengkapan toko juga menggunakan ruang dan kapasitas berat.

1. Rak dan Display Memakan Ruang

Perlengkapan berbentuk tidak beraturan dapat mengurangi efisiensi ruang kargo.

  • Masukkan dalam inventaris muatan.
  • Ukur dimensinya.
  • Pertimbangkan pembongkaran.
  • Tentukan posisi sebelum loading.

2. Mesin Bisa Menambah Berat

Peralatan tertentu memiliki bobot tinggi meskipun tidak terlalu besar.

  • Perkirakan berat.
  • Periksa payload kendaraan.
  • Distribusikan posisi.
  • Hindari tekanan pada kardus stok.

3. Bukaan Pintu Bisa Menjadi Pembatas

Barang mungkin muat di ruang kargo tetapi tidak dapat melewati pintu kendaraan.

  • Ukur barang terbesar.
  • Catat lebar pintu.
  • Periksa tinggi bukaan.
  • Bandingkan sebelum menentukan armada.

Kesalahan Tidak Mengecek Akses Tujuan

Kendaraan dapat sampai ke alamat tujuan tetapi proses unloading tetap bermasalah apabila kondisi akses tidak diperiksa sebelumnya.

1. Kendaraan Tidak Bisa Masuk

Jalan, gerbang, atau area parkir dapat memiliki ruang terbatas.

  • Periksa lebar akses.
  • Konfirmasi jenis kendaraan.
  • Tentukan titik alternatif.
  • Siapkan alat handling tambahan bila jaraknya jauh.

2. Loading Dock Tidak Tersedia

Gedung tertentu memiliki jadwal penggunaan loading dock yang terbatas.

  • Konfirmasi slot kedatangan.
  • Hubungi pengelola gedung.
  • Sesuaikan waktu kendaraan.
  • Siapkan PIC lokasi.

3. Lift Barang Tidak Bisa Digunakan

Keterbatasan lift dapat memperlambat distribusi barang menuju toko atau gudang.

  • Periksa jadwal penggunaan.
  • Konfirmasi kapasitas.
  • Ukur dimensi lift.
  • Siapkan jalur alternatif apabila diperlukan.

Checklist Cara Kirim Stok Toko

Sebelum kendaraan berangkat, pastikan stock opname selesai, jumlah final sudah ditentukan, SKU dan varian dipisahkan, barang retur tidak bercampur, kardus kuat dan kering, setiap box memiliki kode, manifest tersedia, fragile dan cairan dipisahkan, barang sensitif mendapat packing sesuai kebutuhan, volume dan berat sudah diperhitungkan, akses pickup dan tujuan sudah dicek, serta PIC telah menandai status PACKED dan LOADED.

Setelah barang tiba, lakukan rekonsiliasi hingga seluruh box berstatus RECEIVED.

Data yang Sebaiknya Disiapkan Saat Konsultasi

Informasi yang lengkap sejak awal membantu proses konsultasi berjalan lebih efektif. Data mengenai jumlah barang, karakter muatan, akses lokasi, dan kebutuhan tambahan dapat digunakan untuk memperkirakan jenis armada, metode pengangkutan, serta proses loading dan unloading yang sesuai.

1. Jumlah Kardus dan Jenis Stok

Jumlah kardus perlu diinformasikan agar kapasitas muatan dapat diperkirakan dengan lebih tepat. Jenis produk juga penting karena setiap barang mungkin membutuhkan perlakuan berbeda selama proses pengangkutan.

  • Cantumkan perkiraan jumlah box atau kardus.
  • Jelaskan kategori produk yang akan dipindahkan.
  • Informasikan barang pecah belah atau sensitif.
  • Sebutkan apabila terdapat barang bernilai tinggi.
  • Berikan informasi jika ukuran kardus berbeda-beda.

2. Ukuran, Berat, dan Peralatan Tambahan

Selain stok utama, peralatan pendukung yang ikut dipindahkan perlu masuk dalam perhitungan. Rak, mesin, meja display, atau furnitur besar dapat memengaruhi kebutuhan ruang dan metode penataan di dalam kendaraan.

  • Sertakan perkiraan ukuran barang berukuran besar.
  • Informasikan berat barang jika sudah diketahui.
  • Catat rak, etalase, display, atau furnitur yang ikut dikirim.
  • Jelaskan apabila terdapat mesin atau peralatan berat.
  • Sebutkan barang yang perlu dibongkar sebelum diangkut.

3. Rute dan Akses Lokasi

Kondisi lokasi pickup dan tujuan berpengaruh terhadap proses pemindahan barang. Akses yang sempit, lokasi di lantai atas, atau keterbatasan area parkir perlu diketahui sebelum jadwal pengangkutan ditentukan.

  • Cantumkan alamat pickup dan lokasi tujuan.
  • Informasikan ketersediaan loading dock.
  • Sebutkan lantai lokasi pengambilan dan pengiriman.
  • Jelaskan apakah tersedia lift barang.
  • Berikan informasi mengenai gang atau akses jalan sempit.
  • Pastikan tersedia area parkir untuk kendaraan angkut.
  • Sertakan pilihan tanggal dan jam yang memungkinkan.

Konsultasikan Pengiriman Stok Toko dengan Delisa Express

Delisa Express dapat dikonsultasikan untuk kebutuhan pengiriman stok toko di Bandung dan sekitarnya berdasarkan jumlah kardus, jenis produk, volume, berat, barang sensitif, perlengkapan toko, rute, pilihan jadwal, kebutuhan tenaga, dan kondisi akses.

Kebutuhan pengiriman antarcabang, pengiriman ke gudang, relokasi toko, pengiriman perlengkapan usaha, serta rute antar kota dapat dikonsultasikan sesuai kebutuhan dan ketersediaan.

Pilihan kendaraan seperti pickup, blindvan, mobil box, truk engkel, atau kendaraan dengan ruang lebih panjang dapat dipertimbangkan berdasarkan karakter serta total muatan.

Hubungi Delisa Express untuk Pengiriman Stok Toko

Memahami Cara Kirim Stok Toko berarti menggabungkan pencatatan inventaris, packing, label, manifest, serta perencanaan transportasi. Jangan hanya menghitung jumlah kardus tanpa mengetahui isi, SKU, berat, tujuan, dan karakter produknya.

Dengan stock opname, kode box, manifest, pemisahan barang sensitif, pemilihan armada yang sesuai, serta rekonsiliasi setelah tiba, pengiriman stok dapat dilakukan dengan lebih rapi dan lebih mudah dikontrol dari lokasi asal hingga toko tujuan.

Delisa Express

Hubungi Delisa Express melalui WhatsApp di 0838-2284-2451 untuk konsultasi kebutuhan kirim stok toko di Bandung dan sekitarnya sesuai jenis dan jumlah stok, volume muatan, berat, rute, pilihan jadwal, kebutuhan tenaga, pilihan armada, serta kondisi akses.

Layanan Kami

Cepat, Aman, Mudah, & Terjangkau

Booking